KARAWANG, JABAR | GEMAPROKLAMASI.COM — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dongkal, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, mulai memasuki tahapan pendaftaran bakal calon. Salah satu nama yang resmi mengambil bagian adalah Sahroni, yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Dongkal pada Sabtu (26/9/2026).
Kehadiran Sahroni dalam bursa pencalonan membawa sejumlah gagasan yang diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan UMKM hingga pembenahan pelayanan publik desa.
Sahroni menilai pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, potensi ekonomi masyarakat juga perlu diperkuat agar pembangunan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan warga.
Karena itu, penguatan ekonomi desa menjadi salah satu perhatian utama dalam gagasan yang dibawanya. Optimalisasi potensi dan program desa diarahkan agar dapat mendukung kegiatan produktif masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi Desa Dongkal.
Perhatian serupa diberikan kepada pelaku UMKM. Sahroni menggagas program peningkatan keterampilan, penguatan usaha mikro, dukungan akses permodalan, hingga pemanfaatan pemasaran digital.
Dengan pendekatan tersebut, produk masyarakat Desa Dongkal diharapkan tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui perkembangan teknologi digital.
Pertanian juga menjadi sektor yang tidak luput dari perhatian. Sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat, sektor ini dinilai membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, mulai dari pemanfaatan teknologi pertanian hingga penguatan kapasitas kelompok tani.
Selain produktivitas, persoalan akses dan distribusi hasil pertanian juga menjadi perhatian. Sahroni memasukkan perbaikan jalan usaha tani sebagai bagian dari gagasan pembangunan infrastruktur desa agar mobilitas petani dan pengangkutan hasil bumi dapat berjalan lebih lancar.
Di sisi lain, pembangunan manusia menjadi bagian penting dalam konsep yang ditawarkannya. Sarana pendidikan, fasilitas ibadah serta kegiatan sosial masyarakat diharapkan mendapat perhatian sebagai bagian dari pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi.
Sahroni juga menempatkan pelayanan publik dan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari prioritas. Tata kelola pemerintahan desa yang transparan, terbuka, dan mudah diakses masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan antara pemerintah desa dan warga.
Berbagai gagasan tersebut menjadi bekal Sahroni dalam mengikuti tahapan Pilkades Dongkal. Program yang ditawarkannya akan menjadi bagian dari proses demokrasi desa yang selanjutnya dapat dicermati dan dinilai oleh masyarakat.
Dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon, Sahroni menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh tahapan Pilkades Dongkal serta membawa gagasan pembangunan yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan, dan pemanfaatan potensi desa secara lebih optimal.
Kini, dinamika Pilkades Dongkal semakin menarik untuk diikuti. Masyarakat memiliki ruang untuk mencermati visi, misi, rekam jejak, serta program setiap bakal calon sebelum menentukan pilihan sesuai aspirasi masing-masing.
( WA QOSIM )



















Komentar